Terduga 2 Penadah Motor Curian Asal Surabaya Dikabarkan Dilepas Polres Mojokerto, Muncul Isu Uang Tebusan

MOJOKERTO, PortalNusantaraNews.co.id  Isu tak sedap menerpa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto. Dua orang pria asal Hangtuah, Surabaya, berinisial F dan H, dikabarkan dilepaskan oleh petugas setelah sempat diamankan atas dugaan kasus penadahan sepeda motor hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Isu yang beredar menyebutkan adanya dugaan transaksional di balik pembebasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pria tersebut dilepaskan pada Rabu (08/07/2026) lalu. Sebelumnya, F dan H diduga kuat terlibat dalam jaringan penadah kendaraan roda dua (R2) hasil kejahatan, yang diatur dalam Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga: Raih Predikat Terbaik di Polda Jajaran, Polresta Malang Kota Terima Penghargaan Pelayanan Publik Kapolri

Namun, pembebasan kedua terduga pelaku ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Berembus kabar bahwa pelepasan F dan H dilakukan setelah pihak terkait menyerahkan sejumlah uang yang disebut-sebut sebagai "uang tebusan" senilai Rp45 juta kepada oknum petugas.

Sabtu 11/07/2026 sekira pukul 13:27wib awakmedia kordinasi atas informasi yang menjadi gunjingan warga setempat, via aplikasi WA kepada AKP Aldhino Primawirdhan, S.T.K., S.I.K., M.H..  Kasatreskrim Polres Mojokerto, namun tidak merespon, diam seribu kata. Sehingga menjadi pemicu prasangka dan dinilai negatif dalam institusi polri dikalangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Wakapolresta Malang Kota Bekali Mahasiswa “Tameng Digital”, Waspadai Cybercrime, Pinjol Ilegal hingga Judol

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polresta maupun Polres Mojokerto mengenai status hukum kedua pria asal Surabaya tersebut, apakah dilepaskan karena kurangnya alat bukti atau ada alasan hukum lainnya seperti restorative justice.

Saat berita ini diturunkan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Mojokerto guna mengklarifikasi kebenaran isu liar mengenai uang tebusan tersebut. Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi negatif terhadap institusi Polri.

Baca Juga: Dua Hari Jalani Visitasi, Polresta Malang Kota Tunjukkan Program Unggulan kepada Tim Juri Kompolnas Awards 2026

   "FIAT JUSTICE RUAT COELOEM"

Editor : Redaksi

Berita Terbaru