PACENONGAN, PortalNusantaraNews.co.id Kekuatan dan keampuhan media sosial berbasis internet, setidaknya karena memiliki pelaku berjumlah banyak, dan bisa kompak menyampaikan suatu pendapat atau sikap melalui pemberitaan serta informasi secara massif. Jumlah media sosial berbasis internet sendiri pun sangat potensial untuk dikembangkan berikut jumlah pelakunya yang bisa terus meningkat tanpa batas. Lantaran membuat media sosial berbasis internet relatif murah dan mudah, tinggal bagaimana meningkatkan kualitas mutu pengelola sajian dan tampilan serta kepiawaian para pengelolanya untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan kreativitas dalam mengelola media yang bersangkutan. Atas dasar inilah potensi terpendam dari media sosial berbasis internet patut mendapat perhatian oleh pengurus lembaga pers -- utamanya Depan Pers -- untuk pengelola media berbasis internet berikut medianya -- dalam perayaan HPN Hari (Pers Nasional) yang akan dilaksanakan pada Februari 2027, seperti maklumat yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Indonesia pusat, Prof. Dr. Kamarudin Hidayat untuk membicarakan secara terbuka agenda acara peringatan HPN ke-81 pada 9 Februari 2027. Agenda pembicaraan tentang tata kelola media sosial berbasis internet dan upaya untuk meningkatkan kualitas mutu para pengelolanya untuk mengelola media sosial berbasis internet menjadi salah sati item pembahasan serius pada acara peringatan HPN ini, sangat penting dan perlu untuk membangun sarana publikasi, informasi dan komunikasi bagi masyarakat, khususnya bagi para pengelola media sosial berbasis internet agar dapat menjadi bagian dari lapangan kerja yang produktif dan dapat memiliki masa depan yang lebih baik dan memberi manfaat maksimal dalam usaha membangun sumber daya manusia Indonesia yang sangat melimpah. Sebab hanya dengan memberi perhatian terhadap keberadaan media sosial berbasis internet dengan segenap potensi pekerjanya yang melimpah, maka keberadaan Dewan Pers dapat mempunyai arti yang bermanfaat bagi segenap warga pers Indonesia untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan tata kelola negara Indonesia yang lebih baik dan lebih benar untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia terbebas dari kemiskinan dan mengatasi masalah kebodohan. Selama ini, media sosial berbasis internet berikut pengelolanya seperti "yatim budaya" dalam peradaban Indonesia yang terus bergolak dan mencari jatidirinya di dalam arus deras perkembangan jaman dengan segenap tantangan dan resikonya -- menjadi perusak, atau mampu menjadi bagian dari eksponen pembangunan yang seutuhnya bagi manusia dan infrastruktur serta suprastruktur yang bisa diharap banyak mampu untuk ikut meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan dalam arti luas bagi segenap warga bangsa Indonesia hari ini maupun untuk mada depan yang lebih cerah, lebih guyub dan lebih nyaman serta berbahagia dalam arti lahir maupun batin. Katena dari perayaan HPN tahun 2027 sangat diharap memiliki arti yang memberi manfaat, tidak sekedar seremonial untuk hura-hura, apalagi cuma untuk mengesahkan anggaran biaya yang sia-sia hanya sekedar untuk memperbesar perut dan isi kepala semata sebagai pencitraan belaka. Intinya, harapan dari acara perayaan HPN Tahun 2027 dapat menjadikan eksistensi media sosial berbasis internet berikut kualitas mutu pengelolanya menjadi salah satu agenda bahasan yang serius, karena media sosial berbasis internet dan pengelolanya tidak boleh tumbuh liar, karena memang seperti "yatim budaya" yang tidak memiliki anak asuh, apalagi untuk perhatian serta mengharap dukungan dari Kemendigit yang juga terkesan sedang "kehilangan suami" sebagai partner hidupnya.
Editor : Redaksi