BANGKALAN, PortalNusantaraNews.co.id Niat baik untuk menjalin silaturahmi dan sinergitas antara media dengan institusi Polri justru berbuah kekecewaan mendalam. Dua Pimpinan Redaksi (Pemred) media cetak dan online merasa diperlakukan tidak etis oleh oknum Kasi Humas Polres Bangkalan berinisial Iptu AG, Selasa 28/04/2026.
Peristiwa ini bermula dari undangan melalui pesan singkat yang dikirimkan Kasi Humas pada sepekan sebelumnya 21/04/26, yang mengajak para awak media untuk sekadar mampir ke kantornya. Menanggapi undangan tersebut, kedua Pemred tiba di Mapolres Bangkalan sekira pukul 08:59 WIB.
Baca Juga: Kapolda Jatim Tegaskan Zero Tolerance Kekerasan Seksual di Seminar Nasional Surabaya
Alih-alih mendapatkan sambutan hangat atau diskusi publikasi, kedua pimpinan media ini justru dihadapkan pada situasi yang merendahkan martabat profesi jurnalis. Melalui anggotanya, oknum Kasi Humas menitipkan uang sebesar Rp100.000 kepada kedua tamu tersebut dengan dalih "uang bensin".
"Kami datang ke sini atas arahan dan undangan jenengan (Kasi Humas). Tapi kenapa kami diperlakukan seperti ini? Ijin, uang seratus ribu ini maksud dan tujuannya untuk apa?" ujar salah satu Pemred dengan nada kecewa saat mengonfirmasi via pesan singkat.
Iptu AG, melalui pesan balasannya, berdalih bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan, melainkan sedang tidak berada di tempat karena ada agenda kedinasan di Sidoarjo bersama jajaran Polda Jatim.
"Buat bensin saja Pak. Mohon maaf bukan tidak menemui, namun kami sedang ada giat seluruh jajaran Jatim di Sidoarjo. Kamis saya di kantor, nanti kita janjian ngopi," ujar Iptu AG
Baca Juga: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi Kejahatan hingga Balap Liar
Perlakuan tersebut sontak memicu reaksi keras. Bagi seorang pimpinan redaksi, pemberian uang nominal receh tanpa ada pertemuan formal seolah-olah memposisikan jurnalis sebagai "peminta-minta".
"Kami berdua merasa seakan-akan dianggap pengemis. Perlakuan perwira balok satu ini sangat melukai perasaan kami. Kami datang untuk memenuhi undangan silaturahmi, bukan untuk berharap pemberian yang justru merendahkan marwah profesi kami," tegas salah satu Pemred yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bangkalan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers di Bangkalan tersebut. Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi pimpinan Polri agar lebih selektif dan beretika dalam menjalin komunikasi dengan mitra media.
Baca Juga: Gerakan Indonesia ASRI : Polres Ngawi: Bersihkan Aliran Sungai di Jembatan Purba
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak terkait sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berimbang dan akurat.

Editor : Redaksi