Oknum Kades Wonoayu Terindikasi dalam Penyelewengan Dana Desa, Ratusan Juta Rupiah

LUMAJANG, PortalNusantaraNews.co.id Beberapa kasus penyelewengan dan pengelembungan (mark-up) dana desa serta anggaran desa lainnya telah diungkap oleh pihak berwajib di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan data, terjadi peningkatan penanganan kasus korupsi dana desa oleh Kejaksaan Negeri Lumajang dalam beberapa tahun terakhir.

Bulan Februari 2026 sekira pukul ,09:05 Wib awak media PortalNusantaraNews.co.id (PNN.co.id) bersama team investigasi ungkap kasus pengelembungan Dana Desa (DD), di desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang Jawa Tmur,  yang saat ini dipimpin oleh inisial FHN.

Baca Juga: Diduga "Tangkap Lepas" Seorang Pria Asal Borobugis: Belasan Juta Kunci Utama Bebasnya Penyalahguna Sabu sabu di Malang

Sebelum melanjutkan investigasi awakmedia berkordinasi dengan FHN melalui aplikasi WhatsApp namun tidak ada respon saat awakmedia klarifikasi, Senin, 28/04/2026.

Dan saat itu pula awakmedia bertemu dengan warga berinisial RN dirumahnya.

Selama ini apakah ada pembangunan Lumbung desa pak?

"Tidak ada mas, ujar RN".

Padahal sedari tahun 2022 pak, dana anggaran pembangunan Lumbung desa, guna menyimpan hasil panen desa Wonoayu pak, dengan anggaran per tahap Rp.180.000.000,00.

"Ya mas memang sejak tahun 2022 hingga saat ini tidak ada pembangunan Lumbung desa, tegas RN".

15/04/2026 awakmedia bersama timnya memperdalam kegiatan investigasi. tidak menemukan bangunan disebut LUMBUNG DESA didesa Wonoayu.

Baca Juga: Ungkap Kasus: "Dugaan Kekerasan Seksual Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan"

Berdasarkan hasil investigasi dan klarifikasi terhadap masyarakat desa wonoayu kec Ranuyoso kab Lumajang Jawa Timur  terdapat beberapa temuan tentang pengelembungan dana desa (DD) 

Antaranya ;

1. APBDes tahun 2022 tentang= penguatan ketahanan pangan tingkat desa (lumbung desa) kegiatan ketahanan pangan bidang perikanan dan peternakan dengan menelan biaya Rp, 196.282.000

2. APBDes tahun anggaran 2023 di peruntukkan Satu paket pemelihara,an lumbung desa Rp, 183.127.500

3. APBDes tahun anggaran 2025 di peruntukkan Pengembangan wisata desa, satu paket pembangunan wisata desa Rp, 10.000.000

Baca Juga: Merajut Integritas di Tengah Arus Digital, AMI Sukses Gelar Seminar Nasional dan Halal Bihalal di Hotel Morazen

 tersebut di atas semuanya fiktif, dengan kerugian negara mencapai Rp, 389.412.500

Warga desa Wonoayu mendesak kepada pihak terkait untuk segera turun kelokasi, dan menin popdak tegas semua pihak yang terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Sesuai dengan harapan bapak presiden RI H. Prabowo Subianto dan bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.S.

Dan apabila ada Oknum aparatur negara yang terlibat tindak pidana KORUPSI (TIPIKOR) agar ditindak tegas dan meminta kepada masyarakat untuk ikut serta membantu Aparat penegak hukum, memberantas para pelaku  KORUPSI hingga ke akar akarnya.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru