TANGERANG, PortalNusantaraNews.co.id Penyair sufi itu merasa terpaksa mengadukan perilaku manusia kepada Tuhan.
Banyak orang munafik, banyak orang berlomba korupsi, banyak orang ingin menjadi penguasa, sehingga ketika aku disapa Malaikat, sku pun nyaris munafik untuk tidak mengatakan yang sesungguhnya kusaksikan di negeri kami yang serba kacau, rumit dan ruet tidak menentu seperti harga bahan pangan dan kebutuhan pokok yang tidak mampu dikendalikan, seperti binatang liar yang tertangkap dari hutan belantara.
Baca juga: Jaga Khas dan Sejarah Malangan, Polresta Malang Kota Ajak Warga Lestarikan Osob Kiwalan
Makhluk hidup lainnya tak hanya tersisih, tapi banyak juga yang menjadi korban pembantaian seperti rezim penguasa menghempang kaum pergerakan mempertahankan hak dasar kehidupan mereka.
Iblis dan syetan pun kusaksikan kalah bengis dan culas menggoda dibanding manusia, seakan kini mereka lebih kuasa dari kekuasaan-Mu yang meliputi jagat raya semesta -- dunia dan akherat -- yang juga sudah diperdagangkan.
Pengadilan, hukum hingga vonis terhadap penjahat kemanusiaan pun mereka negosiasikan dalam bentuk rupiah hingga dollar.
Tuhan, sekiranya semua ini aku sampaikan pada-Mu, mungkinkah diskresi akan Engkau lakukan seperti meniupkan angin puting beliung serta curah hujan yang membersihkan bumi, atau gunung yang meletup hingga bumi yang Kau ciptakan terguncang hebat menimbun harta benda haram yang mereka peroleh dengan tipu daya dan kelicikan memangsa sesamanya.
Tuhan, aku tulis catatan ini sekiranya kita tidak sempat bersua, karena kesibukanMu susah melampaui sunnatullah yang telah Kau maklumatkan sebagian diantaranya yang aku bisa baca lewat isyaratMu yang tercantum pada setiap mahakarya ciptaanMu yang sungguh sangat mengagumkan. Bahwa rahmatan lil alamin minimal harus aku pahami bersama amar ma'ruf nahi munkar sebagai bagian dari sunnat-tulah yang tidak bisa ditawar atau dinegosiasikan seperti di pasar tradisional.
Tuhan, catatan ini kubuat agar tidak terlupa ketika jumpa denganMu untuk aku katakan, sebab di dunia tidak lagi ada forum untuk mendiskusikannya, apalagi ingin mendapatkan kepastian jawaban, bagaimana seharusnya aku bersikap.
Baca juga: Polda Jatim dan Polresta Malang Kota Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Siswa di SMP Negeri 18 Kota Malang
Setidaknya, jika ajal yang telah Engkau tetapkan tiba sebelum hasrat perjumpaanku dengan Mu, terkabul, catatan ini bisa dibacakan oleh kawan-kawan yang lain, yang berkenan bercengkrama dengan Mu di atas langit ketujuh, atau dimana pun Engkau berkenan mendengar keluh kesah penyair yang tidak berdaya ikut membenahi dunia CiptaanMu yang kini kacau balau, tidak karu-karuan.
Editor : Redaksi