PROBOLINGGO, PortalNusantaraNews.co.id Dengan membangun sempadan sungai hasil dari Pokok Pemikiram. Dewan. (Pokir), hal ini bertujuan mengurangi dampak banjir dengan melebarkan sungai dan menyediakan ruang untuk aliran air (normalisasi).
Proyek pembangunan sempadan sungai di seluruh daerah saat ini difokuskan pada penataan, normalisasi, dan revitalisasi kawasan bantaran sungai untuk mitigasi banjir, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas tata ruang kota.
Ketika dana diturunkan oleh pemerintah, bukannya ikut melaksanakan apa yang diarahkan dan apa yang menjadi harapan bapak Presiden RI H.Prabowo Subianto untuk program pembangunan didesa seluruh negeri ini.
Salah satu contoh proyek pembangunan sempadan sungai
di jl. Zainal Alim desa Kalirejo Kecamatan Dringu Kabupaten Prbolinggo.
Pembangunan sempadan sungai, dibangun pada hari Minggu, 18/08/2025, dengan dana anggaran ±Rp.600.000.000,00 (Enam ratus juta rupiah) panjang bangunan ±50Km kedalaman ±12 meter, diduga bangunan ini asal asalan, dari bahan material tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pasir yang dipergunakan bukan pasir Pasirian namun campuran debu halus berasal dari galian C. Dan semen yang dipergunakan diduga bukan semen Gresik, jelas Narsum enggan sebut identitasnya (warga setempat), saat bertemu awak media dilokasi, 28/02/26.
Awak media menduga ada penyelewengan dana proyek pembangunan sempadan sungai.
Sabtu 28/02/2026 sekira pukul 14:48 Wib, begitu diuji dengan sebuah palu kecil, bangunan tersebut langsung hancur halus lembut berserbuk, bukan berpasir sehingga memperkuat dugaan Penyelewengan dana dalam proyek bertujuan memperkaya diri.
Baca juga: Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penyuntikan LPG 3 Kg Dua Tersangka Diamankan
Sehingga menjadi sorotan tajam warga, menurut warga setempat penanggung jawab proyek, pelaksana proyek dalam pengerjaan pembangunan sempadan sungai. diduga ada campur tangan oknum dewan DPRD komisi II kabupaten Probolinggo berinisial RH
Dengan ada nya momen ini menjadi sorotan keras publik lokal maupun luar. Perihal tersebut menjawab akan kecurangan dana bantuan melalui Pokok Pemikiran (POKIR) dewan DPRD Probolinggo yang tidak amanah.
Minggu 01/03/2026 sekira pukul 19:33Wib awakmedia berkordinasi kepada MSI selaku pelaksana pengerjaan proyek semoadan sungai lewat aplikasi WhatsApp, MSI sepatah kata pun tidak ada respon , yang ada MSI membungkam diri hingga berita naik atau ditayangkan.
Warga setempat memohon kepada pihak pihak terkait tingkat daerah, tingkat propensi agar turun kebawah. Dan warga setempat mohon agar gelar sidak (audit) secepat mungkin.
Agar mengetahui Bobroknya kepercayaan masyarakat Probolinggo kepada oknum dewan (RH) yang nakal, menindak tegas, sekaligus dicopot dari jabatannya, tegas salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan publikasikan identitasnya.
bersambung...
Editor : Redaksi