Sosialisasi Penerapan Kompos Dengan Metode Ember Bertumbuk di Desa Kelbung Kecamatan Galis Bangkalan

portalnusantaranews.co.id

BANGKALAN, PortalNusantaraNews.co.id  Kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Sukes menggelar sosialisasi tentang kompos dengan metode ember bertumbuk, acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 januari 2026 pada pukul 11.00 WIB yang diselenggarakan di Desa Kelbung. Yaitu di rumah Bapak mursidi selaku Carek Desa Kelbung, acara tersebut dihadiri warga Desa Kelbung terutama Kepala Desa Kelbung, Tokoh masyarakat Tokoh Agama, dan Petani Desa Kelbung. 


Kegiatan ini dilaksanakan oleh KKN Kelompok 12 bersama Kepala Desa Kelbung, Bapak Saifuddin, S.H. serta dibimbing oleh Bapak Safriudin Rifandi, S.T.,M.Tr.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kelompok 12 diketuai oleh Farhan Jiddan Saros (220111100353) dengan anggota yang terdiri dari; Karimatul Millah Iroki (220541100094), Siti Maltufah (220111100301),RobertAhmad Saputro (220541100115), Infitahatun Nimah (220111100231), Yusril Mahendra (2202111000335), Akmal Taufiq Ridho (220111100025), Muhibbur Rido (220431100092), Moch. Ariek Budianto (220411100084), Adi Candra Prayoga (22521100091), Yunita Putriani (220211100005), dan Cici Alinta (220441100061), Melkiardo Febrian Tagung (220111100016), Dhanang Cahya Prabawa (220211100128)

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Publik, Kapolres Magetan Resmikan Gedung Setia SPKT dan Pos Pol Sarangan

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah ramah lingkungan terus dilakukan di Desa Kelbung, dan juga pengelolaan sampah berbasis rumah tangga menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Metode ember bertumbuk di pilih karena mudah diterapkan, tidak memerlukan lahan luas, dan dapat menggunakan ember atau galon bekas yang banyak tersedia di rumah warga.  

Metode ember bertempuk ini merupakan metode pengomposan skala rumah tangga yang memanfaatkan dua yang disusun secara vertikal dengan fungsi berbeda. Ember bagian atas digunakan sebagai wadah utama pengomposan bahan organik, sedangkan ember bagian bawah berfungsi sebagai penampungan cairan hasil peruraian (lindi). Sistem ini dirancang untuk mengolah sampah organik secara  sederhana, hemat ruang, dan mudah diterapkan oleh masyarakat tanpa memerlukan teknologi yang kompleks.


Alat dan bahan merupakan komponen penting dalam menentukan keberhasilan proses pengomposan. Adapun alat utama yang diperlukan dalam prosen ini adalah ember plastik dan juga alat pendukung lain seperti penutup ember, kran, dan alat pelubang ember (bor kecil).

Baca juga: Peringatan Isra’ Mi’raj, Polres Kediri Ajak Personel Seimbangkan Iman dan Tugas

Sedangkan untuk bahan terdiri atas bahan organik basah dan bahan organik kering. 

Kegiatan Sosialisasi Penerapan Kompos dengan Metode Ember Bertumbuk yang dilaksanakan di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, menghasilkan sejumlah output yang berdampak positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga secara sederhana dan efektif di lingkungan. 

Sosialisasi tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan limbah organik menjadi kompos menggunakan metode ember bertumpuk. (14/1/2026)

Baca juga: Gerakan Aktifis Bangkalan Geruduk POLDA Jawa Timur, Desak Ringkus Lora Cabul Dan Temukan Korban Yang Hilang

Metode ini dinilai praktis, mudah diterapkan, serta sesuai dengan kondisi masyarakat desa karena tidak memerlukan lahan luas maupun peralatan yang rumit. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat mampu mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos secara mandiri.

pewarta :MK

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru