Bakar Semangat 10 November: Aksi Nekat Komjen Moehammad Jasin Rebut Gudang Senjata Jepang

POLRI, PortalNusantaraNews.co.id Peran Utama Moehammad Jasin dalam Sejarah RI Proklamator Polisi Republik Indonesia
Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin memimpin Pasukan Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) Surabaya untuk membacakan proklamasi yang menyatakan diri sebagai Polisi Republik Indonesia. Momen ini mengubah status mereka dari bentukan Jepang menjadi abdi negara berdaulat yang tunduk pada pemerintah RI.

Perebutan Senjata Jepang
Beliau menggerakkan pasukannya untuk melucuti senjata dari gudang-gudang militer Jepang di Surabaya, kemudian membagikannya kepada para milisi dan pejuang Indonesia untuk modal mempertahankan Kemerdekaan.

Baca Juga: Selamat Atas Pelantikan Pejabat Baru Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Siap Jalankan Tugas Humanis dan Profesional

Pertempuran 10 November 1945

Baca Juga: Tangkap Lepas: Situbondo Di Jadikan tempat Memperkaya Diri, Oleh Keempat Oknum Ditresnarkoba Polda Jatim G, S. J, K

Pasukan Polisi Istimewa di bawah komando Moehammad Jasin menjadi garda depan yang sangat disiplin dan terlatih dalam pertempuran sengit melawan tentara Sekutu (Inggris) di Surabaya.

Transformasi Pasukan

Baca Juga: Polresta Malang Kota Amankan JS Terduga Pelaku Curanmor Usai Dikejar Korban dan Warga

Pasukan Polisi Istimewa yang dipimpinnya kelak bertransformasi menjadi Mobile Brigade (Mobrig), yang sekarang kita kenal sebagai Korps Brimob (Brigade Mobil) Polri. Karena jasa besarnya tersebut, tanggal proklamasi yang beliau gaungkan (21 Agustus) kini diperingati sebagai Hari Juang Polri.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru