Polres Malang Bagikan Masker ke Pengendara di Perbatasan Lumajang Dampak Erupsi Semeru

MALANG, PortalNusantaraNews.co.id Satlantas Polres Malang Polda Jatim turut peduli pada keselamatan warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025, petugas membagikan masker kepada pengguna jalan di area Jembatan Gladak Perak sisi Ampelgading, perbatasan Kabupaten Malang–Lumajang.

Baca Juga: Tiga Pria Terciduk dan di Bebaskan Oleh Oknum Polisi  Ditnarkoba Polda Jatim, Diduga Telah Menerima Ratusan juta Rupiah

Seperti diketahui, status tanggap darurat erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang resmi diperpanjang hingga 2 Desember 2025.

Kondisi pascaerupsi tersebut menimbulkan debu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas warga, termasuk para pengendara yang melintas.

Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Empat Bulan Saja, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Bekuk 206 Orang dengan 149 Kasus

“Masker ini kami bagikan untuk melindungi pengendara dari paparan debu vulkanik. Apalagi banyak warga yang tetap harus beraktivitas melewati jalur perbatasan,” kata AKP Alif Chelvin, Sabtu (29/11).

Petugas juga memberikan imbauan agar pengendara tetap berhati-hati dan selalu siap menghadapi potensi risiko lanjutan akibat Semeru.

Baca Juga: Ratusan Polisi di Nganjuk Amankan Jalur Massa IKSPI Kera Sakti

“Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama yang berkendara di kawasan dekat lokasi terdampak. Keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Selain menjaga kesehatan, pembagian masker ini juga bagian dari edukasi Operasi Zebra, mengingat helm tertutup dan masker bisa membantu menjaga jarak pandang dari gangguan debu saat melintas.

“Operasi Zebra bukan hanya tentang penindakan pelanggaran lalu lintas. Kami hadir untuk melindungi masyarakat dalam kondisi apa pun,” tegasnya. (*)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru