Diduga Kericuhan di Arena Judi Sabung Ayam Miris Berdarah Madura

SAMPANG, PortalNusantaraNews.co.id Situasi bersitegang nyaris berujung pada bentrok berdarah atau carok massal di Dusun Panjelin, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura. Peristiwa ini melibatkan dua kubu, yaitu kubu MS dan kubu JM, mantan Kepala Desa Sokobanah Daya. Kejadian berlangsung pada Minggu, 29/06/25, sekitar pukul 02:15 WIB, di sebuah arena judi sabung ayam.

 

Baca Juga: Gempar..!! Diduga Ulah Oknum DPRD Kabupaten Probolinggo Kades Resah: 20% Hingga 30% Pangkas Bantuan Pembangunan Desa

Perselisihan ini dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak di lokasi judi sabung ayam tersebut. Ironisnya, arena judi sabung ayam di Dusun Panjalin, Desa Sokobanah Daya, yang sebelumnya sempat diberitakan dibongkar, kini telah resmi dibuka kembali oleh penyelenggara sekaligus penanggung jawab, HN alias H.MI.

 

Informasi sebelumnya pada Kamis, 22/5/25, menyebutkan bahwa arena ini "digerebek dan dibongkar". Namun, menurut narasumber di lapangan, yang terjadi sebenarnya hanyalah pembongkaran sementara, dan arena tersebut didirikan kembali di lokasi yang tidak jauh dari tempat semula, yaitu di sekitar Sokobanah Tengah. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pembongkaran tersebut hanya pencitraan belaka.

 

Yang lebih mengkhawatirkan, diduga ada beberapa peserta atau pengunjung di lokasi arena judi sabung ayam yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi).

Baca Juga: Tersangka Dipukuli dan Dikuras Habis Uang 130 Juta: "AMI Desak Kapolda Copot Oknum Penyidik II Satresnarkoba Sidoarjo

 

Melihat kondisi ini, kami sebagai awak media merasa terpanggil untuk menyuarakan dugaan pembodohan publik ini. 

 

Baca Juga: Jaga Kondusifitas Malam Hari,Polres Kediri kota Gelar Patroli Skala Besar Jelang Sahur Ramadhan 1447 H

Kami mendesak dan memohon kepada Bapak Kapolres Sampang AKBP Hartono dan Kasat Reskrim AKP Safril Selfianto., SH. MH  Polres Sampang untuk segera menindaklanjuti kejadian ini. 

 

Harapan utama adalah agar tidak terjadi korban jiwa akibat praktik-praktik ilegal dan membahayakan ini, sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang warga setempat.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru