MALANG SAPTORENGGO, PortalNusantaraNews.co.id Rasa kecewa dan ketidakpuasan mendalam tengah menyelimuti warga Dusun Borobugis, Desa Saptorenggo Kabupaten Malang. Sudah empat bulan terakhir, aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah tersebut mengalami ketidakstabilan tegangan atau voltase yang naik-turun secara ekstrem. Dampaknya, puluhan barang elektronik milik warga mengalami kerusakan massal, sementara respons petugas teknisi di lapangan dinilai sangat lamban.
Kondisi memprihatinkan ini dibenarkan oleh salah satu warga setempat, Bapak Fajar. Ia mengaku menjadi salah satu korban yang harus menanggung kerugian materi cukup besar akibat fenomena kelistrikan ini.
Baca juga: Jaga Jakarta untuk Indonesia, Menjaga Jakarta Tetap Aman, Nyaman, dan Kondusif.
"Ya mas, lemari es (kulkas) saya rusak total akibat tegangan yang tidak stabil ini. Untuk memperbaikinya membutuhkan biaya yang cukup besar. Dalam empat bulan ini voltase listrik kami terus naik-turun alias tidak normal," ujar Bapak Fajar dengan nada kecewa.
Menurut penuturan warga, pihak PLN bukannya bergerak cepat (gercep) dalam menangani persoalan krusial ini. Sebaliknya, aduan masyarakat terkesan diremehkan dan diabaikan. Kehadiran petugas teknisi di lapangan sejauh ini dinilai warga hanya sebatas formalitas tanpa ada solusi konkret.
Baca juga: Merokok Saat Mengemudi Bukan Hanya Membahayakan Diri Sendiri
"Kami sangat kecewa dengan ketidakpedulian para petugas. Teknisi perbaikan hanya mondar-mandir saja tanpa ada tindakan nyata. Kira-kira sampai kapan listrik kita bisa normal kembali?" keluh seorang ibu Ima
Ia menambahkan, akibat kelalaian penanganan ini, mesin cuci dan kulkas miliknya bahkan sudah dua kali keluar-masuk tempat servis. Kerugian materi akibat kerusakan alat elektronik rumah tangga kini harus ditanggung mandiri oleh warga tanpa ada kejelasan ganti rugi.
Kamis 13/08/2026 sekira pukul 13:41 wib awak media mendatangi ke PLN UPL BLIMBING saat ini dijabat oleh Samsul Arifin, setiba dikantornya. Oleh security diarahkan menyampaikan aduan kepada 2 orang mahasiswi dan mahasiswa yang a di lobi, bukan penjelasan atau arahan namun diminta nunggu dalam 3jam lagi petugas akan datang ke rumah jnengngan pak, ucap mahasiswi (RA). Kami sebagai masyarakat merasa pelayanan PLN di Blimbing kurang puas. Harapan kami sebagai masyarakat untuk dilayani secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Borobugis masih mempertanyakan apa yang sebenarnya menjadi latar belakang teknis hingga pembiaran ini berlarut-larut selama empat bulan. Warga mendesak manajemen PLN UPL Blimbing untuk segera turun tangan secara serius guna menormalkan kembali tegangan listrik, sebelum kerugian warga semakin meluas.
Editor : Redaksi