SUMENEP, PortalNusantaraNews.co.id Kesucian bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum peningkatan ibadah justru tercoreng oleh dugaan aktivitas hiburan malam yang tetap beroperasi secara terselubung. Tempat karaoke Harmoni Cafe di kawasan Lingkar Timur dilaporkan warga masih membuka layanan hingga dini hari, meski dari tampilan depan terlihat tutup.
Ironisnya, aktivitas tersebut disebut berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, saat pemerintah daerah biasanya memperketat pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam demi menjaga ketertiban dan menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Kapolres Nganjuk Pastikan Pengamanan Maksimal Saat Kunjungan Menteri Sosial di Pendopo
Berdasarkan keterangan warga sekitar, pengelola diduga menggunakan cara tertentu untuk mengelabui aparat. Pintu utama bagian depan ditutup rapat sehingga tampak tidak beroperasi, sementara pengunjung masuk melalui akses samping bangunan.
“Kalau lewat depan memang kelihatan tutup, tapi sebenarnya tetap buka. Orang masuknya lewat samping, dan aktivitasnya sampai pagi, bahkan sekarang masih Ramadhan,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (1/3/2026).
Warga menilai praktik tersebut bukan hanya pelanggaran aturan, tetapi juga dianggap tidak menghormati suasana Ramadhan yang identik dengan ketenangan dan kegiatan keagamaan.
Suara musik keras hingga lalu lintas kendaraan pada malam hari disebut masih terdengar jelas hingga menjelang sahur, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
“Ini bulan puasa, seharusnya lebih menghargai warga yang ibadah. Tapi kenyataannya tetap ramai sampai pagi,” keluh warga lainnya.
Situasi ini memunculkan kritik tajam terhadap aparat gabungan, mulai dari Polisi, TNI, Satpol PP hingga instansi penegak hukum lainnya yang dinilai belum mampu menghentikan aktivitas tersebut.
Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan, mengingat dugaan operasional hiburan malam di bulan Ramadhan seharusnya menjadi prioritas penertiban.
“Kalau benar tetap buka setiap malam, berarti aparat seperti dipermainkan. Masa tidak tahu?” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Warga menduga strategi membuka akses samping dilakukan untuk menghindari razia rutin. Dari luar terlihat sepi, namun aktivitas sebenarnya berlangsung di dalam.
Praktik ini dinilai sebagai bentuk akal-akalan yang mencederai kewibawaan hukum sekaligus melemahkan kepercayaan publik terhadap penegakan aturan selama Ramadhan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan aparat gabungan segera melakukan inspeksi mendadak secara menyeluruh, khususnya pada malam hingga dini hari, bukan sekadar pemeriksaan visual dari bagian depan bangunan.
Baca juga: Polisi Amankan Bendahara Bandar Narkoba Ko Erwin di Mataram
Warga berharap aparat hadir secara nyata untuk memastikan aturan dihormati, terutama di bulan suci Ramadhan.
“Kalau memang ada aturan tutup selama Ramadhan, harus ditegakkan. Jangan sampai hukum kalah sama trik pintu samping,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Harmoni Cafe maupun instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi atas dugaan tersebut. Namun tekanan publik terus menguat agar aparat segera bertindak demi menjaga ketertiban umum serta kesakralan bulan Ramadhan di Kabupaten Sumenep.
Editor : Redaksi