Penumpang Bus PO Restu Surabaya - Malang Membludak, Keselamatan Terabaikan demi Layanan Ekonomi

portalnusantaranews.co.id

SURABAYA, PortalNusantaraNews.co.id Ditermimal Bungurasih 21/08/2026 Kondisi arus transportasi bus antarkota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi rute Surabaya menuju Malang dilaporkan mengalami lonjakan penumpang yang sangat masif. Kepadatan ini memicu situasi saling berdesakan di area keberangkatan yang dinilai mulai mengabaikan aspek keselamatan perjalanan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, armada bus kelas ekonomi milik Perusahaan Otobus (PO) Restu menjadi salah satu yang paling diburu oleh calon penumpang. Tingginya animo masyarakat membuat kapasitas bus overload, di mana lorong-lorong kendaraan dipenuhi oleh penumpang yang berdiri hingga ke area pintu masuk.

Baca juga: "Topeng Agama Pengasuh Ponpes Klojen: Lima Santri Jadi Korban Pelampiasan Nafsu" Telah Resmi Ditahan

Berebutan Naik Tanpa Memikirkan Risiko

Faktor tarif yang terjangkau dan tingginya mobilitas pekerja komuter serta mahasiswa pada rute gemuk ini ditengarai menjadi pemicu utama. Sayangnya, antusiasme besar tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran untuk mengantre secara tertib.

"Penumpang saling berebutan dan berdesakan saat bus baru tiba. Banyak yang memaksakan diri untuk masuk dan ikut menumpang meskipun kondisi di dalam bus sudah sangat penuh sesak," ujar salah satu calon penumpang di lokasi.

Baca juga: "Aktivitas Alat Berat di Bira Timur Sampang: Proyek Resmi atau Tambang Liar?"

Fenomena mengabaikan keselamatan ini terus berulang karena sebagian besar penumpang merasa tidak memiliki pilihan lain demi bisa mengejar waktu tiba di tempat tujuan, tanpa memikirkan risiko bahaya fisik maupun potensi kecelakaan di jalan raya.

Bahaya Overload dan Desakan Ekstrem

Para ahli keselamatan transportasi mengingatkan bahwa kondisi bus yang melebihi muatan (overload) sangat berbahaya bagi kestabilan kendaraan, terutama saat melaju di jalur cepat atau jalan tol. Selain itu, kondisi berdesakan di dalam kabin meningkatkan risiko sesak napas, pencopetan, hingga menyulitkan proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Baca juga: Demi Sabu Gratis dan Cuan Rp15 Juta, Mantan Napi Nekat Bisnis 89,81 Gram Narkoba

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) di terminal keberangkatan serta ketegasan dari kru bus PO Restu untuk membatasi jumlah manifes demi menjamin keselamatan bersama.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru