Kegagalan Fatal ini Menjadi Penutup Tragisomis dari Pesta Diduga Melanggar Norma serta Hukum

portalnusantaranews.co.id

PAMEKASAN, PortalNusantaraNews.co.id  Wajah Ketua Komisi II Periode 2024-2029 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan terkoyak habis. Seorang oknum legislator berinisial SAF dari Partai Bulan Bintang (PBB) diduga telah melampaui batas moral dan hukum dengan terlibat dalam skandal kriminal yang mengejutkan, menggunakan fasilitas negara sebagai lokasi kebejatan.

Gaya hidup SAF bukan lagi sekadar contoh buruk, melainkan indikasi nyata degradasi moral pejabat publik. Ia diduga menggelar pesta seks dan narkoba di area sensitif, yaitu Room terselubung di Kantor Bulog Cabang Madura beralamatkan Jalan Trunojoyo Panglegur Pamekasan

Baca juga: Oknum Anggota SATPAS  diduga Berkolaborasi Dengan Jukir Melakukan Praktik Percaloan Pembuatan SIM Baru

Peristiwa ini melibatkan seorang wanita yang putih mulus bahenol dan cantik menawan berinisial VA asal kota Malang, yang diboking melalui WhatsApp atas perantara temannya. Peristiwa kelam itu terjadi pada Minggu malam, 07/12/25, dimulai sekira pukul 19.05 WIB hingga jelang pukul 22.00 WIB.

"Ketika VA sudah berada dalam kondisi tak berdaya karena minuman beralkohol yang disajikan, dan oknum DPRD SAF dengan mendesak VA untuk  menelan sebutir pil yang teridentifikasi Ineks (Ekstasi)," ungkap VA. 

Setelah korban dipaksa menelan barang haram tersebut, SAF berupaya melakukan hubungan seksual. Namun, ironi terjadi. Menurut pengakuan VA, birahinya tak tersampaikan karena 'burung perkutut' milik anggota Dewan terhormat itu tidak mampu berfungsi sehingga GaGal Birahi.

Baca juga: Diduga Maraknya Percaloan SIM di Satpas Jember, Transaksi  secara Terang Terangan 

Kegagalan fatal ini menjadi penutup tragisomis dari pesta yang melanggar hukum, membuat VA merasa jengkel atas kebejatan yang Sia-sia tersebut.

Ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi untuk menuntut pertanggungjawaban atas tuduhan pidana serius ini, oknum DPRD SAF Membalas melalui aplikasi WhatsApp, "Tidak Pak,"tegasnya 

Kami mendesak Polres Pamekasan dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk tidak hanya mengaudit, tetapi melakukan Penggerebekan dan Tes Urine mendadak terhadap SAF dan ketua komisi di DPRD kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Taddan Sampang: Pengendara Motor Meninggal Dunia Setelah Ditabrak Minibus Elf

Oknum yang seharusnya menjadi pelayan rakyat ini telah melanggar UUD dan merusak masa depan generasi muda Pamekasan. 

Warga kabupaten Pamekasan mendesak aparat terkait dan Bupati serta Gubernur Jawatimur agar mengambil tindakan tegas copot jabatan nya sebagai ketua komisi II DPRD kabupaten Pamekasan, dan guna tidak merusak mental generasi muda di kabupaten Pamekasan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru