PAMEKASAN, PortalnNusantaraNews.co.id Pamekasan mengalami kelakngkaanBahan Bakar Minyak(BBM) jenis pertalite, mengapa hal ini terjadi.
Minggu ,02/08/2026 awak media dikagetkan pagi ini sekira pukul 05:45Wib di Pamekasan Madura menglami kelangkaan BBMpertalaite satu contoh kecil di toko Madura eceran biasanya perbotol harganya Rp.12ribu saat ini malah perbotol naik tak aturan harga Rp.14ribu
"lho kok 14ribu bu"??? tanya warga saat beli BBM ecerran
"ya bu , antri minta anpun bu antri sak lama lama nya, keluh penjual". Bahkan yang ada di warung itu hanya 2botol yang ada . jadi oleh pembeli eceran diambil kedua botol itu.
"Boleh harga BBM dinaikan asal rakyat kecil jangan dibikin susah, kan begitu kan bu, ujar penjual" pemilik warung Madura terletak diijalan raya panglegur yang tidak jauh dengan RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Ibu Diah Warga bugih menjelaskan kepda awak media mulai dari kota Pamekasan BBM eceran kosong bu, ujarnya.
itu di spbu dekat asri beberpa sepeda motor yang lagi antri panjang antri disetiap SPBUyamg ada di kabupaten Pamekasan.
Ada yang jual dengan harga berupa rupa ada yang Rp. 13ribu 15ribu saya bu beli di dekat nylaran harga Rp. 15ribu
"Kami rakyat kecil jangan dibikin ruwet" imbuh si penjual eceran (warung Madura).
Seruan kami kepada penerintah "Silahahkan naikan harga BBM nanun kami jangan di buat sulit atau ruwet bapak para prejabat terkait, kamu mohon bapak.
Kami kepada bapak kapolres Pamekasan apakah di kabupaten pamekasan ada mafia migas bersubsudi hingga memicu kelangkaan BBM di pamekasan, mohon untuk di investigasi dan ditindak tegas, bapak kapolres , seruan pemilik warung madura( pengecer )
Faktor Penyebab Kelangkaan Pertalite.
Banyak pengendara beralih dari Pertamax ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran, membuat permintaan Pertalite melonjak drastis.
Baca juga: Negara dan Pemerintah Tidak Boleh Berjalan Ugal-ugalan Tanpa Cahaya Penerang Yang Benderang
Panic Buying: Kekhawatiran warga akan kehabisan stok atau potensi kenaikan harga membuat antrean di SPBU mengular karena orang membeli secara berlebihan.
Keterbatasan kuota harian dan pengiriman dari pihak penyalur membuat pasokan di SPBU tidak sebanding dengan tingginya jumlah pembeli.
Adanya indikasi pembelian berulang atau penggunaan jerigen/barcode tidak tepat sasaran yang memicu desakan warga agar aparat menindak tegas oknum atau mafia migas.
"rintihan rakyat kecil".
Editor : Redaksi